Cerita Sex Rika 2

Cerita Sex Rika 2by on.Cerita Sex Rika 2Rika 2 Akhirnya hari itu tiba. Rika terlihat menunggu dengan resah di terminal. Sudah satu jam ia menunggu, namun bus yang ditumpangi pakdhe belum terlihat. Akhirnya, setelah lima belas menit ia menunggu, gadis alim berjilbab yang manis itu melihat bus yang membawa pakdhenya maemasuki terminal. ” pakdhe.” Kata Rika menyambut sang bapak yang ada dihadapannya. […]

Cerita Sex Rika2

Rika 2

Akhirnya hari itu tiba. Rika terlihat menunggu dengan resah di terminal. Sudah satu jam ia menunggu, namun bus yang ditumpangi pakdhe belum terlihat. Akhirnya, setelah lima belas menit ia menunggu, gadis alim berjilbab yang manis itu melihat bus yang membawa pakdhenya maemasuki terminal. ” pakdhe.” Kata Rika menyambut sang bapak yang ada dihadapannya. Rasa canggung berusaha ia tutupi, namun pandangannya secara refleks melihat selangkangan pakdhe, dimana terdapat benda yang dulu pernah membuatnya mabuk kepayang. Ia berusaha menghilangkan pikiran itu namun tidak sanggup. Segera gadis alim itu mencium tangan pakdhenya, dan memimpinnya ke parkiran. Hujan rintik mulai turun. Sesampainya di parkiran, hujan turun semakin deras. Rika yang tidak mau basah kuyub segera membuka mantel hujannya dan mengenakannya. Segera dia memboncengkan pakdhe pergi dari terminal itu. Sebersit terlintas senyum samar pakdhe yang penuh arti, namun sang gadis manis berjilbab itu tidak mampu menerkanya. Tiba-tiba ditengah perjalanan, Rika tersentak merasakan sentuhan pada buahdadanya yang tertutup baju biru langit longgar, jilbab putih dan jaket. Ternyata pakdhe nekat merangsang dirinya ditengah hujan itu, tertutup oleh mantel hujan yang tebal. Terus tangan pakdhe menelusup masuk kedalam jaket dan jilbab lebarnya, lalu sekali sentil terbukalah satu kancing bagian dadanya. Gadis manis berjilbab itu mendesah tertahan saat ia merasakan tangan kekar dan kasar pakdhe menyentuh buahdadanya, lalu meremas-remasnya lembut. Ternyata pakdhe Mitro sudah tidak tahan dengan kemolekan tersembunyi dari keponakannya yang cantik namun alim ini, dan merangsangnya agar nanti lebih mudah mendapatkan tubuh sekal sang mahasiswi berjilbab lebar itu. Rika memekik pelan ketika ia merasa tangan pakdhe yang satunya turun lalu meremas memeknya. Ia menggigit bibirnya, agar pekikan dan rintihannya tidak terdengar. Perasaan malu, marah, takut namun juga terangsang membuatnya bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, sampai mereka tiba di kontrakan. Didepan kontrakan, ternyata Rika melihat salah satu teman dari Mbak Laras sedang menunggu di teras. Memang Laras sedang pergi kuliah, sementara Tata belum kembali dari kampung, jadi Rika sekarang dikontrakan sendiri bersama dua orang pria. Yang satu adalah pakdhenya, yang satu adalah William, teman Laras. Tanpa diketahui Rika, sebenarnya William sudah tahu kalau Laras sedang kuliah, William sengaja datang ketika Rika sendirian di kontrakan, untuk menikmati tubuhnya. Lelaki ambon itu kecewa melihat Rika pulang bersama seorang lelaki, namun di atidak bisa berbuat apa-apa, begitu pula ketika Gadis manis berjilbab lebar itu, yang dengan wajah masih merah padam karena birahi, mengenalkan sang pakdhe, lalu mempersilahkan William masuk ke ruang depan, sementara ia dan pakdhenya masuk ke ruang dalam. Rika mempersilahkan pakdhe duduk diruang tengah, didepan televisi dimana dulu tanpa sepengetahuan Rika, pernah digunakan William untuk menyetubuhi Laras yang montok. Rika yang masih agak syok dengan perlakuan pakdhe segera pergi tanpa permisi menuju kamar mandi. Namun tanpa Rika ketahui, pelan-pelan pakdhe yang sudah tidak tahan oleh kecantikan dan kesekalan tubuh keponakannya yang alim dan berjilbab lebar itu mengikutinya ke kamar mandi dari belakang. Baru saja mau menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan pakdhe mengganjal pintu kamar mandi dan menyerobot masuk. Rika tidak sempat berteriak karena tiba-tiba pakdhe sudah memeluk Rika. Tubuh pakdhe yang kekar berpakaian lengkap sudah basah penuh keringat nafsu, memeluk Rika erat-erat. Gadis manis berjilbab lebar itu tidak berani berteriak karena malu terhadap William. Dengan air mata yang Rika tahan Gadis manis berjilbab lebar itu pasrah akan apa yang dilakukan pakdhe pada Rika.Tanpa membuang waktu pakdhe segera melepas seluruh bajunya dan telanjang bulat. Batang kemaluan pakdhe yang berwarna hitam kecoklatan masih mengkerut dan menggantung lunglai, namun tetap membuat Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu berdebar-debar. Kemudian pakdhe duduk di tepi bak mandi keramik dengan kaki yang terbuka. Ditariknya tubuh Rika yang masih berpakaian lengkap ke dalam pelukannya dan dilumatnya bibir Gadis alim yang manis itu dengan rakusnya.Mulut Rika masih tertutup saat lidah pakdhe mulai mencoba menerobos masuk ke dalam mulut Rika. Karena tidak tahan dengan sapuan-sapuan lidah pakdhe yang mendesak-desak bibir Rika, akhirnya bibir Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu pun terbuka. pakdhe segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Rika dan mendorong-dorong lidah Rika. Mula-mula Rika diam saja, namun lama-kelamaan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu jadi terangsang juga. Apalagi batang kemaluan pakdhe yang tadinya mengkerut perlahan-lahan mulai mengembang dan mengganjal perut Rika yang nasih tertutup baju dan jilbab. Rika mulai bereaksi. Lidah Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu tanpa sadar membalas dorongan lidah pakdhe.Tubuh Rika mulai menggerinjal dalam pelukan pakdhe saat tangan pakdhe mulai menggerayangi buah pantat Gadis manis alim itu dari luar rok panjangnya. Tangan pakdhe dengan gemas meremas dan memijat buah pantat Rika lalu ditariknya tubuh Gadis alim yang manis itu hingga semakin ketat lengket dalam pelukannya.Setelah puas memainkan lidahnya dalam mulut Rika, tangan pakdhe menekan kepala Rika hingga Gadis mahasiswi santun berjilbab itu disuruhnya berlutut di depan selangkangannya. Batang kemaluan pakdhe yang sudah keras nampak mengacung tegak di depan wajah Rika yang putih dan halus itu. Ditariknya wajah Rika ke selangkangannya dan disuruhnya mulut Rika menciumi batang kemaluannya itu. Awalnya Rika berusaha menolak, namun karena cengkeraman tangan pakdhe begitu kua, Gadis lugu yang berjilbab lebar itu tak bisa menghindar. Apalagi akdhe terus menepuk-nepukkan batang kontolnya yang besar dan coklat juga keras itu kewajah Rika sehingga membuat Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu semakin terangsang. Dengan pelan Rika membuka mulutnya dan mulai menciumi batang kemaluan pakdhe yang sudah mengeluarkan sedikit cairan.Kepala Rika didorong maju mundur oleh tangan pakdhe yang mencengkeram kepala Akhwat manis alim itu yang masih terbungkus jilbab hingga batang kemaluannya mulai bergeser keluar masuk dalam mulut Rika. Kerongkongan Rika tersodok-sodok ujung kepala kemaluan pakdhe yang keluar masuk dalam mulut Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Rika dengar napas pakdhe mulai menggebu. Batang kemaluan pakdhe semakin mengeras dalam kuluman mulut Gadis alim yang manis itu.Mungkin karena tak tahan, pakdhe segera menarik tubuh Rika agar berdiri lalu mendudukan Gadis manis alim itu di sisi bak mandi. Tangan pakdhe dengan kasar menyampirkan jilbab lebar Rika kesamping, membuka baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, dan memelorotkan bra Rika kebawah, membuat payudara putih bersih kenyal milik Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu terpampang jelas. pakdhe langsung membuka Mulutnya dan segera mencecar payudara Rika kanan dan kiri silih berganti. Rika menggelinjang hebat manakala mulut pakdhe dengan rakusnya mempermainkan kedua puting payudara Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tangan pakdhe pun tak tinggal diam. Tangan pakdhe mulai merayap ke selangkangan Rika yang masih tertutup rok hitam dan mulai meremas gundukan bukit kemaluan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Lalu dengan kasar pakdhe menyingkap rok Rika ke pinggang dan merenggut lepas celana dalam Gadis alim yang manis itu, dan kembali meremas gundukan bukit kemaluan Rika. Rika sampai megap-megap mendapat rangsangan seperti itu. Gadis manis alim itu semakin tersiksa oleh gejolak nafsu. Mulut pakdhe lalu merayap menyusuri perut Rika dan mulai menjilati gundukan bukit kemaluan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Dikuakkanya kedua bibir kemaluan Rika dengan jari-jarinya lalu disusupkannya lidahnya ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu.Tubuh Akhwat manis alim itu yang duduk di sisi bak mandi hampir saja terjatuh karena menggelinjang saat lidah pakdhe mulai menggesek-gesek dinding lubang kemaluan Rika. Tanpa sadar tangan Rika mencengkeram rambut pakdhe dan menekankan kepala pakdhe agar lebih ketat menekan bukit kemaluan Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu.Rika semakin blingsatan menahan rangsangan yang dibeRikan pakdhe di selangkangan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Tanpa sadar mulut Rika mendesis-desis dan duduk Gadis alim yang manis itu bergeser tak karuan. Perut Rika mulai mengejang menahan desakan gejolak yang meledak-ledak. Tubuh Rika terasa mulai mengawang dan pandangan mata Gadis mahasiswi santun berjilbab itu nanar. Akhirnya dengan diiringi rintihan panjang Rika mencapai orgasme Rika.Belum sempat Rika mengatur napas tiba-tiba pakdhe sudah berdiri di hadapan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Batang kemaluan pakdhe yang keras dicocokkan ke bibir kemaluan Rika dan digesek-gesekkannya ujung kepala kemaluannya ke bibir kemaluan Gadis manis alim itu yang sudah basah dan licin. Rika menggelinjang lagi saat benda hangat itu mulai menerobos masuk ke dalam bibir kemaluan Rika. Bibir pakdhe Mitro dengan rakusnya mulai melumat bibir Rika sambil mendorong pantatnya hingga batang kemaluannya semakin melesak ke dalam jepitan bibir kemaluan Rika.Rika masih duduk di bibir bak mandi sementara pakdhe Mitro menggenjot lubang kemaluan Rika sambil berdiri. Mungkin karena kesulitan bergerak, dicabutnya batang kemaluannya dari jepitan bibir kemaluan Rika. Tubuh Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu lalu diturunkan dari bibir bak mandi. Dengan kasar pakdhe melepas semua baju Rika, tanpa ada perlawanan yang berarti dari Rika yang sudah sangat terangsang. Akhirnya terlepas semualah baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, kecuali jilbab yang memang dibiarkan pakdhe tetap dipakai Rika. Segera pakdhe membalik tubuh Rika hingga Gadis manis alim itu berdiri dengan tangan bertumpu bak mandi. Lalu pakdhe menempatkan diri di belakang Rika dan mulai mencoba memasukan batang kemaluannya ke dalam bibir kemaluan Rika dari celah bongkahan pantat Gadis manis alim itu.Punggung Rika didorong pakdhe agar sedikit membungkuk hingga setengah menungging. Dipentangkanya kedua kaki Gadis alim yang manis itu lebar-lebar lalu dicucukannya batang kemaluannya ke gundukan bukit kemaluan Rika. Setelah arahnya tepat, pakdhe mulai mendorong pantatnya hingga kembali batang kemaluannya menerobos masuk dalam jepitan bibir kemaluan Rika.Kembali Rika mulai merasa ada suatu benda hangat menyeruak ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu. Dinding-dinding lubang kemaluannya serasa dikilik-kilik. Batang kemaluan pakdhe yang terjepit ketat dalam lubang kemaluan Rika berdenyut-denyut. pakdhe yang napasnya mulai memburu semakin kuat mengayunkan pantatnya maju mundur hingga gesekan batang kemaluan pakdhe pada dinding lubang kemaluan Akhwat manis alim itu semakin cepat.Pinggul Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu yang dipegang pakdhe terasa agak sakit karena jari-jari pakdhe mulai mencengkeram. Pinggul Rika ditarik dan didorong oleh tangan kuat pakdhe seiring dengan ayunan pantatnya. Tubuh Rika mulai terhentak dan Rika mulai limbung. Kembali Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu merasa melayang karena desakan gejolak yang meledak-ledak. pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya dan napas pakdhe semakin menderu.Pantat Rika yang ditarik dan didorong pakdhe maju mundur semakin cepat bergerak. Cengkeraman jari-jari pakdhe semakin terasa di pinggul Rika. Gerakan ayunan pantat pakdhe semakin tak terkendali. Tak lama kemudian Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu kembali mencapai orgasme Rika. pakdhe pun Rika kira mencapai puncak kenikmatannya karena Rika merasa ada semburan cairan hangat yang menyemprot dari batang kemaluan pakdhe ke dalam lubang kemaluan Rika dengan diiringi geraman yang keluar dari mulut pakdhe. pakdhe tetap membiarkan batang kemaluannya terjepit dalam lubang kemaluan Rika selama beberapa saat. Napas pakdhe yang mulai teratur terasa hangat menerpa kulit pipi Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tulang kemaluan pakdhe menekan kuat di bukit buah pantat Rika. Rika merasa sedikit geli karena rambut kemaluan pakdhe menempel ketat dan menggesek buah pantat Rika. Batang kemaluan pakdhe yang masih keras terasa berdenyut-denyut dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Setelah menyemprotkan sisa-sisa air maninya batang itu mulai mengendur dan terlepas dengan sendirinya.Tubuh Gadis alim yang manis itu sudah terasa lemas tak bertenaga. Rika hanya memejamkan mata karena lemas dan malu karena untuk kedua kalinya Gadis manis alim itu berhasil digagahi pakdhe Rika sendiri.

Author: 

Related search

    No internet connection No internet connection

Related Posts